Hubungan penderitaan media masaa dan seniman
Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan
bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu
juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa
yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi
orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali
bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan
kebahagian
Media masa merupakan alat yang
paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia
secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai
untuk menentukan sikap antara sesame manusia terutama bagi yang merasa simpati.
Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui
karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan
sekaligus keindahan karya seni. Contoh bagaimana penderitaan seorang istri yang
bernama Manohara akibat kekerasan rumah tangga yang di filmkan dengan judul
“Manohara”
Salah satu contoh yang dialami oleh media massa adalah, pemukulan. Hal ini diakibatkan oleh sang artis yang tidak ingin hal buruknya diungkap dimedia massa. Tidak sedikit kerugian yang dialami oleh pejuang wartawan kita. Kerusakan kamera, hingga penderitaan fisik yang mereka alami. Untuk itu kepolisian mengadakan undang-undang untuk pers. Guna untuk mengantisipasi keadaan tersebut
Seniman adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif,
atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling kerap adalah untuk
menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni,
seperti lukisan, patung, seni
perang, seni tarik,
sastra, film
dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya
dengan nilai estetik. Ahli sejarah seni dan kritikus seni
mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasil
sumber:
http://ade-firdiyantoro.blogspot.com/2011/05/hubungan-penderitaan-media-massa-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar