METODE PENELITIAN
HIPOTESIS PENELITIAN
HIPOTESIS PENELITIAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Salah satu faktor utama yang menentukan kinerja suatu
perusahaan atau dunia industri adalah kualitas dan kuantitas dari produk yang
akan dibuat. PT. Garuda Food yaitu perusahaan di bidang industri makanan dalam
pembuatan wafer stik seperti berry good. Perusahaan ini mendapatkan suatu
masalah contohnya kesalahan dalam memberikan ukuran produk, dimana isi dalam
kemasan lebih atau berkurang dari ukuran aslinya. Setiap pembuatan produk dalam
perusahaan ini mempunyai metode kerja yang harus diperhatikan agar kualitas
produk tersebut baik. Kesalahan dalam pembuatan produk akan berdampak buruk terhadap
perusahaan.
Masalah dalam perusahaan dapat diselesaikan,
kesalahan-kesalahan atau cacat produk yang terjadi dalam setiap proses produksi
dengan menggunakan distribusi normal. Distribusi normal digunakan untuk
mengetahui peluang sukses atau gagalnya suatu ukuran produk yang bervariasi
dengan variabel atau pengambilan secara acak kontinu.
PT. Garuda Food mempunyai tim quality control yang setiap harinya
melakukan pengecekan terhadap suatu produk atau kemasan yang mengalami
kecacatan. Distribusi normal digunakan untuk mengetahui peluang sukses atau
gagalnya suatu ukuran produk yang bervariasi dari sekian banyak produk yang
diproduksi agar anggaran perusahaan yajng harus dikeluarkan untuk menangani
masalah tidak mengalami kerugian.
1.2
Perumusan Masalah
Konsep probabilitas dapat menyelesaikan permasalahan pada
perusahaan dengan menggunakan satu data sampel dari produk yang bervariasi.
Penggunaan konsep probabilitas, dapat menangani masalah dari suatu kejadian
yang belum pasti. Perumusan masalah dalam laporan akhir kali ini adalah
bagaimana menentukan rata-rata, standar deviasi dalam suatu produk. Bagaimana
menentukan produk yang berhasil sama dengan jumlah yang ingin dicari,
menentukan produk yang berhasil lebih dari, kurang dari, di antara terhadap
suatu ukuran produk.
1.3
Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dalam suatu pengamatan diperlukan
untuk membatasi permasalahan. Fungsinya agar pembahasan tidak menyimpang dari
pokok masalah yang dibahas. Pembatasan masalah dalam modul normal ini adalah :
1. Sampel yang diambil dalam suatu produk wafer sebanyak 30 buah.
2. Percobaan
dilakukan sebanyak 30 kali.
3. Setiap produk
ditimbang untuk mengetahui berat dalam masing-masing produk.
1.4
Tujuan Penulisan
Setiap kita melakukan percobaan atau pengamatan pasti
mempunyai tujuan. Distribusi normal ini bertujuan untuk menentukan kesalahan
yang terjadi di dalam perusahaan Garuda Food dalam menentukan isi kemasan.
Berikut tujuan dari modul normal :
1. Mengetahui nilai rata-rata, simpangan baku, probabilitas
nilai kurang dari, probabilitas nilai lebih dari, probabilitas nilai di antara,
probabilitas nilai sama dengan dari suatu produk berry good dengan metode
perhitungan manual yang menggunakan tabel z-score.
BAB II
PEMBAHASAN DAN ANALISIS
2.1
Studi Kasus
PT. Garuda Food adalah perusahaan yang memproduksi aneka
makanan ringan dalam kemasan. Perusahaan tersebut memiliki berbagai macam
produk makanan ringan dalam kemasan. Produk yang paling diunggulkan yaitu berry good. Produk tersebut dapat diproduksi
sebanyak 30 bungkus dalam setiap jamnya. Setelah selesai diproduksi produk
tersebut langsung masuk ke dalam tahap penimbangan yang bertujuan untuk
menimbang berat bersih atau netto dari
produk tersebut. Berdasarkan penimbangan tersebut diketahui berat bersih yang
berbeda-beda. Hasil penimbangan tersebut dimuat dalam tabel sebagai berikut.
Tabel
2.1 Data Pengamatan
Produk ke
|
Netto
|
||
1
|
12,6
|
0,4067
|
0,1654
|
2
|
13,9
|
0,8933
|
0,7980
|
3
|
12,4
|
0,6067
|
0,3681
|
4
|
12,5
|
0,5067
|
0,2567
|
5
|
12,5
|
0,5067
|
0,2567
|
6
|
13,9
|
0,8933
|
0,7980
|
7
|
12,3
|
0,7067
|
0,4994
|
8
|
12,4
|
0,6067
|
0,3681
|
9
|
12,4
|
0,6067
|
0,3681
|
10
|
12,3
|
0,7067
|
0,4994
|
11
|
12,4
|
0,6067
|
0,3681
|
12
|
14,1
|
1,0933
|
1,1953
|
13
|
12,8
|
0,2067
|
0,0427
|
14
|
12,6
|
0,4067
|
0,1654
|
15
|
15,1
|
2,0933
|
4,3819
|
16
|
13,7
|
0,6933
|
0,4807
|
Produk ke
|
Netto
|
||
17
|
13,8
|
0,7933
|
0,6293
|
18
|
12,5
|
0,5067
|
0,2567
|
19
|
12,4
|
0,6067
|
0,3681
|
20
|
12,6
|
0,4067
|
0,1654
|
21
|
12,7
|
0,3067
|
0,0941
|
22
|
14,0
|
0,9933
|
0,9866
|
23
|
13,7
|
0,6933
|
0,4807
|
24
|
12,4
|
0,6067
|
0,3681
|
25
|
12,5
|
0,5067
|
0,2567
|
26
|
12,3
|
0,7067
|
0,4994
|
27
|
12,4
|
0,6067
|
0,3681
|
28
|
14,3
|
1,2933
|
1,6726
|
29
|
14,1
|
1,0933
|
1,1953
|
30
|
12,6
|
0,4067
|
0,1654
|
Jumlah
|
390.2
|
18,5185
|
Berdasarkan
studi kasus dan
tabel data pengamatan
di atas, pimpinan perusahaan ingin mengetahui :
1.
Rata-rata berat bersih berry good
2.
Simpangan baku berat bersih berry good
3.
Peluang berat bersih berry good kurang dari 11 gram
4.
Peluang berat bersih berry good lebih dari 15 gram
5.
Peluang berat bersih berry good antara 11 gram sampai 14 gram
6.
Peluang berat bersih berry good tepat 12 gram
2.2
Pengolahan Data
Pada
tahap pengolahan data akan dilakukan 2 macam perhitungan, yaitu proses
perhitungan secara manual dengan menggunakan
tabel Z-score. Perhitungan
manual dilakukan sesuai dengan studi kasus yang telah dijelaskan diatas.
2.2.1 Perhitungan Manual
Perhitungan
manual yang akan dilakukan yaitu sesuai dengan
studi kasus yang telah dipaparkan di atas.
Dari studi kasus tersebut dapat ditentukan:
1.
Nilai rata-rata berat bersih berry good
Nilai rata-rata berat bersih berry good sebesar 13,0067.
2.
Nilai simpangan baku berat bersih berry good
Nilai simpangan baku berat bersih berry good sebesar 0,7991
3.
Peluang berat bersih berry good kurang dari 11 gram P(x <
11)
z =
=
= -2,51
P(x < 11) = P(z < -2,51) = 0,0060
Peluang berat bersih berry good kurang dari 11 gram
sebesar 0,0060.
4.
Peluang berat bersih berry good lebih dari 15 gram P(x
> 15)
z =
=
= 2,49
P(x > 10) = P(z > -0,32) = 1 – 0,9936
= 0,0064
Peluang berat bersih berry good lebih dari 15 gram
sebesar 0,0064.
5.
Peluang berat bersih berry good antara 11 gram sampai 14
gram
z1 =
=
= -2,51
z2 =
=
= 1,24
P(8 < x < 11) = P(-2,51 < z < 1,24)
= P(0 < z < 1,24) – P(-2,51 < z
< 0)
= 0,8925 - 0,0060
= 0,8865
Peluang berat bersih berry good antara 11 gram sampai 14
gram sebesar 0,8865.
6.
Peluang berat bersih berry good tepat 12 gram
z =
=
= -1,26
P(x=10) = P(z= -1,26) = 0,1038
Peluang berat
bersih berry good tepat 12 gram sebesar 0,1038.
2.3
Analisis
Analisis
merupakan hasil rekapan dan pembahasan perhitungan yang telah dilakukan
sebelumnya. Analisis yang akan dilakukan yaitu analisis perhitungan manual,
analisis perhitungan software dan
analisis perbandingan yaitu perbandingan hasil dari perhitungan manual dengan hasil dari perhitungan
software.
2.3.1
Analisis
Perhitungan Manual
Berdasarkan perhitungan manual yang telah dilakukan
sesuai dengan studi kasus yang ada telah didapatkan nilai rata-rata dari berat
bersih produk berry
good yaitu 13,0067 nilai tersebut digunakan untuk mencari
nilai peluang distribusi normal. Nilai simpangan baku berat bersih berry good adalah 0,7991 nilai simpangan baku merupakan nilai yang
digunakan untuk mencari nilai peluang distribusi normal. Nilai peluang berat
bersih berry
good apabila beratnya kurang dari 11 gram yaitu 0,0060. Nilai
peluang berat bersih berry good apabila beratnya lebih dari 15 gram yaitu
0,0064. Nilai peluang berat bersih berry good apabila beratnya antara 11 gram
sampai 14 gram yaitu 0,8865 dan nilai peluang berat bersih berry good apabila
beratnya tepat 12 gram yaitu 0,1038.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan
tujuan penulisan mengenai distribusi
normal, dapat ditarik kesimpulan dari
langkah-langkah perhitungan
yang dilakukan sebelumnya, yaitu :
1.
Perhitungan
manual
dengan menggunakan tabel z-score:
a.
Rata-rata berat bersih berry good adalah 13,0067.
b.
Simpangan baku berat bersih berry good adalah 0,7991.
c.
Peluang berat bersih berry good kurang dari 11 gram adalah 0,0060.
d.
Peluang berat bersih berry good lebih dari 15 gram adalah 0,0064.
e.
Peluang berat bersih berry good antara 11 gram sampai 14 gram adalah 0,8865.
f.
Peluang berat bersih berry good tepat 12 gram adalah 0,1038.